Amin Irmawan weblog’s

April 6, 2008

Cinta ibarat menunggu pete-pete kampus

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — AMIN IRMAWAN @ 12:20 pm

Unhas, cinta ibarat menunggu pete-pete kampus. Bila pete-pete itu datang, Anda akan lihat pete-pete itu dan akan berkata dalam diri “eee…. Sudah penuh, ndak ada mi tempat duduk” sambil melambaikan tangan. Lalu, Anda akan berkata dalam diri “sa tunggu pete-pete yang lain saja” dan membiarkan pete-pete tadi berlalu. Kemudian datang pete-pete yang kedua, Anda lihat pete-pete tersebut dan berkata dalam diri “jeleknya mi pete-pete yang ini…. Jangan sampai kita mogok ditengah jalan”. Kemudian pete-pete yang kedua berlalu dan Anda akan berkata lagi dalam diri ”sa tunggu pete-pete berikutnya lagi deh…”

Beberapa saat kemudian, pete-pete ketiga datang. Pete-pete tersebut kosong dan tidak terlalu jelek tapi kali ini Anda berkata lagi dalam diri “masih kosong ee…. Lama lagi dijalan nanti karena tunggu penumpang yang lain” sekali lagi pete-pete itu Anda biarkan berlalu dan Anda akan menunggu pete-pete selanjutnya lagi.

Tiba-tiba cuaca makassar mulai mendung, gelap dan mulai turun hujan. Kemudian Anda sadar bahwa Anda sudah terlambat ke kampus dan Anda mulai panik. Lalu, Anda naik pete-pete yang datang ketika itu walaupun pete-pete itu tidak begitu sempurna. Setelah itu Anda sadar bahwa Anda naik pete-pete yang salah, pete-pete tersebut tidak ke kampus.

Jadi, selama ini kita telah membuang banyak waktu, tenaga dan uang untuk menunggu pete-pete yang salah walaupun pete-pete yang datang itu kelihatan sempurna, apakah itu menjamin di tengah jalan nanti tidak akan mogok atau rusak atau mungkin pete-pete tersebut tidak terlalu nyaman untuk kita.

Jadi, terutama kaum wanita. Memang tidak salah apa yang kita inginkan, tapi tidak salah juga kita memberi satu peluang kepada orang lain, kan? Apabila kita mendapati “pete-pete” yang tidak nyaman, kita tinggal berteriak “minggir…. Paak….” Kemudian turun dari pete-pete tersebut. Apabila kita terlalu selektif memilih “pete-pete” dan mengharapkan yang paling bagus yang akan datang, tapi kita harus selalu mengingat bahwa “pete-pete” tidak ada yang sempurna.

Ingat, waktu kita sempit untuk ke kampus. Jangan sampai karena terlalu asyik memilih sehingga lupa waktu dan terlambat apalagi bila salah naik pete-pete.

Dalam hal mencari jodoh usia wanita terbagi atas tiga bagian, yang pertama usia pertumbuhan, yang kedua yaitu Usia Panik dan yang ketiga Usia Pasrah. Jangan sampai karena keasyikan memilih sehingga kita memasuki usia panik apalagi usia pasrah hee…hee…

& Komentar »

  1. Ag saLut dGn apa tuLisan Anda….(:
    Tp, aQ setuju dan gk setuju dengan apa yg Anda tulis.
    Stuju : qta tdK boleh tLlu seLektiF dLm suaTu Hal sHg hal yg lebih pntinG m’jDi t’luPakan…
    Gk sTuju : mEnGapa dLm tUlisaN ini “WANITA” djadikN seBagAi sAmpeL????
    Dalam Hal CintA, pRia dan WnitA tdk Ada beDAnya. aPaKh mnuRut Anda pRia jG aKn “LAKU” biLa ia sudH “ber-umuR” jKa diBAndingKn kTika msH muda…??
    So….???

    Komentar oleh opHoR — April 8, 2008 @ 3:34 am | Balas

  2. thanks ophor masukannya…

    Komentar oleh AMIN IRMAWAN — April 19, 2008 @ 9:36 am | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.